JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah Gelar TFT untuk Cetak Trainer Handal

TFT JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah di Larisae Hotel, Surakarta.

Surakarta, trendingjateng.id – Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Wilayah Jawa Tengah kembali menggelar Training for Trainer (TFT) pada Sabtu-Minggu (1-2/2) di Larisae Hotel, Surakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk menyiapkan trainer andal dalam berbagai pelatihan dan workshop sesuai kebutuhan Sekolah Islam Terpadu (SIT) yang tergabung dalam JSIT Indonesia. TFT kali ini diikuti oleh 36 peserta dengan beragam keahlian, termasuk mutu pendidikan, pengembangan SDM, school branding, kehumasan, dan lainnya.

Ketua JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Zainal Abidin, mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh Tim Diklat JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah ini. Dalam sambutannya, ia mendorong para peserta untuk terus mengasah keterampilan sesuai bidang kepakarannya. Dengan lebih dari 400 sekolah yang tergabung dalam JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah, kebutuhan trainer untuk pendampingan dan pembinaan sangatlah besar.

“Terima kasih dan apresiasi kepada Tim Diklat JSIT Indonesia yang telah menyelenggarakan kegiatan bermanfaat ini. SIT di Jawa Tengah merupakan yang terbanyak se-Indonesia, sehingga kita perlu menyiapkan banyak trainer agar dapat memberikan pelayanan optimal kepada anggota. Dengan bergerak bersama, insya Allah kita akan maju bersama,” ujar Zainal Abidin.

Ketua Tim Diklat JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Budi Lenggono, menjelaskan bahwa TFT ini dirancang untuk membekali dan memperkuat kompetensi para trainer yang telah memiliki pengalaman dalam mengisi pelatihan. Pendekatan yang digunakan dalam TFT ini mengacu pada pola sertifikasi trainer yang ada. Para peserta mendapatkan pelatihan dalam menyusun perencanaan training, mengimplementasikannya dalam sesi praktik, serta mengevaluasi hasilnya.

“TFT kali ini dirancang khusus untuk para trainer JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah yang telah memiliki pengalaman dalam mengisi training atau pelatihan. Dalam pelaksanaannya, peserta diminta untuk menyusun perencanaan training, baik secara daring maupun luring, dengan pendekatan yang diadaptasi dari pola sertifikasi trainer pada umumnya,” jelas Budi Lenggono.

Trainer dalam kegiatan ini merupakan tenaga ahli yang telah tersertifikasi oleh BNSP RI. Dua narasumber utama dalam TFT ini adalah Faris Isnawan (Certified Trainer BNSP RI) dan Budi Lenggono (Master Trainer BNSP RI). Pada sesi akhir, peserta secara bergantian mempraktikkan sesi training selama 10 menit di hadapan peserta lain. Setelah itu, para narasumber memberikan masukan dan evaluasi untuk meningkatkan kualitas penyampaian materi peserta.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semakin banyak trainer andal yang siap mendukung perkembangan dan peningkatan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah yang tergabung dalam JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *