Salatiga, trendingjateng.id – Sebanyak 100 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mitra binaan Baznas Kota Salatiga mengikuti pelatihan peningkatan inovasi dan kreativitas yang digelar di Ruang Plumpungan, Gedung Setda Kota Salatiga, Senin–Selasa (29–30/9).
Kegiatan tersebut dirancang untuk memperluas wawasan, memperkuat kemandirian, serta meningkatkan daya saing para mustahik penerima manfaat program Baznas.
Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., yang hadir sekaligus membuka acara, menegaskan dukungan penuh Pemkot Salatiga bersama Baznas dalam memajukan UMKM.
“UMKM merupakan motor penggerak ekonomi lokal. Pemerintah berkomitmen agar UMKM terus berkembang, berdaya saing, dan mampu berdiri mandiri,” ujar Robby didampingi Ketua Baznas Kota Salatiga, Ari Hidayah Iswanto.
Lebih lanjut, Robby menekankan pentingnya kolaborasi antarinstansi dalam menciptakan ekosistem yang ramah bagi pertumbuhan UMKM. Peran Baznas dinilai signifikan, terutama dalam memberikan akses modal usaha.
“Modal yang disalurkan Baznas bisa menjadi pijakan awal, lalu dipadukan dengan pendampingan dan pelatihan teknis dari pemerintah, sehingga UMKM lebih kuat dan berkelanjutan,” jelasnya.
Penyaluran Bantuan Usaha Produktif
Dalam rangkaian acara, Baznas Salatiga juga menyalurkan bantuan usaha bagi para UMKM mustahik. Sebanyak 20 paket alat usaha dengan nilai total Rp27 juta diberikan kepada penerima baru, salah satunya Rofian, perajin kayu asal Salatiga.
Selain itu, disalurkan pula 80 paket penguatan usaha produktif senilai Rp40 juta yang secara simbolis diberikan kepada Sri Lestari, pelaku usaha kuliner lumpia.
Ketua Baznas Salatiga, Ari Hidayah Iswanto, menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan UMKM menjadi program prioritas Baznas.
“Dana zakat yang kami himpun dikembalikan lagi ke masyarakat dalam bentuk pemberdayaan. Kami juga akan melakukan pendampingan sekaligus monitoring agar manfaat bantuan ini benar-benar dirasakan penerima,” ungkapnya.
Sementara itu, Kabag Kesra Setda sekaligus Ketua Panitia, Jumiarto, menyampaikan bahwa pelatihan ini difokuskan untuk meningkatkan kreativitas dan daya saing UMKM binaan.
“Tujuan utamanya adalah membekali mustahik agar semakin mandiri, produktif, dan pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan,” jelasnya.





