Salatiga, trendingjateng.id — Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Fraksi PKS Daerah Pemilihan Jawa Tengah I, Dr. Muh. Haris, M.Si, melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI pada Senin, 15 Desember 2025, bertempat di SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga.
Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan masyarakat, yang terdiri dari pendidik, orang tua siswa, generasi muda, tokoh masyarakat, serta warga sekitar. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya penguatan nilai kebangsaan di tengah arus digital yang semakin cepat, khususnya pada era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Dalam pemaparannya, Dr. Muh. Haris, M.Si menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital dan AI merupakan keniscayaan yang tidak dapat dihindari. Oleh karena itu, masyarakat dituntut untuk adaptif, cakap digital, dan tetap berpegang pada nilai-nilai kebangsaan agar kemajuan teknologi tidak menggerus jati diri bangsa.
“Di era digital dan AI, tantangan kebangsaan semakin kompleks. Empat Pilar MPR RI menjadi kompas moral dan kebangsaan agar masyarakat, khususnya generasi muda, mampu memanfaatkan teknologi untuk kemaslahatan, bukan sebaliknya,” ujar Dr. Muh. Haris, M.Si.
Ia menambahkan bahwa dunia pendidikan, termasuk sekolah, memiliki peran strategis dalam membekali generasi muda dengan literasi digital, etika bermedia, serta karakter kebangsaan, sehingga mampu berkontribusi positif dalam pembangunan bangsa di tengah disrupsi teknologi.
Salah satu peserta kegiatan, Imam Wijayanto, menyampaikan bahwa sosialisasi Empat Pilar MPR RI ini sangat relevan dengan kondisi saat ini. Menurutnya, pemahaman kebangsaan menjadi fondasi penting agar masyarakat tidak gagap menghadapi perubahan teknologi yang begitu cepat.
“Kegiatan ini membuka wawasan kami bahwa di tengah arus digital dan era AI, kita tidak cukup hanya cakap teknologi, tetapi juga harus kuat secara nilai dan karakter kebangsaan,” ungkap Imam Wijayanto.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin adaptif menghadapi perkembangan digital dan AI, sekaligus mampu menjaga nilai-nilai kebangsaan sebagai landasan dalam berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara.





