Semarang, trendingjateng.id — Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Fraksi PKS Daerah Pemilihan Jawa Tengah I, Dr. Muh. Haris, M.Si, melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI pada Senin, 15 Desember 2025, bertempat di SMP IT Izzatul Islam Getasan, Kabupaten Semarang.
Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan masyarakat yang terdiri dari pendidik, orang tua siswa, generasi muda, tokoh masyarakat, serta warga sekitar. Antusiasme peserta mencerminkan besarnya kepedulian masyarakat terhadap penguatan nilai kebangsaan sekaligus peran strategis pendidikan dalam pembangunan bangsa.
Dalam pemaparannya, Dr. Muh. Haris, M.Si menegaskan bahwa pembangunan bangsa tidak dapat dilepaskan dari kontribusi seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda. Salah satu pilar penting pembangunan bangsa, menurutnya, adalah pendidikan, dan sekolah merupakan ruang strategis dalam membentuk karakter, kompetensi, serta semangat kebangsaan anak bangsa.
“Empat Pilar MPR RI menjadi landasan kuat untuk memotivasi generasi muda agar berani berkontribusi nyata bagi bangsa. Pembangunan bangsa dimulai dari dunia pendidikan, dari sekolah-sekolah yang menanamkan nilai Pancasila, kebangsaan, dan akhlak mulia,” ujar Dr. Muh. Haris, M.Si.
Ia juga menekankan bahwa sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai pusat pembinaan karakter, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial peserta didik agar kelak mampu berperan aktif dalam pembangunan bangsa.
Salah satu peserta kegiatan, Insan Abdullah, menyampaikan bahwa sosialisasi Empat Pilar MPR RI ini memberikan motivasi dan kesadaran baru bagi masyarakat, khususnya generasi muda, tentang pentingnya peran pendidikan dalam masa depan bangsa.
“Kegiatan ini sangat memotivasi kami untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Kami semakin memahami bahwa sekolah dan pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun generasi yang berkarakter dan berdaya saing,” ungkap Insan Abdullah.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan generasi muda dan seluruh elemen masyarakat semakin terdorong untuk mengambil peran aktif dalam pembangunan bangsa melalui penguatan pendidikan, pengamalan nilai-nilai kebangsaan, serta kontribusi nyata di lingkungan masing-masing.





